Breaking News
Loading...
Kamis, 15 Maret 2012


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil
Kuisioner DISKANLA
Berdasarkan kuesioner yang telah kami kumpulkan setelah melakukan wawancara
dengan pejabat dan staf dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu,
Provinsi Jawa Barat, berikut hasilnya : 
1.  Apa yang diketahui tentang ICM (Integrated Coastal
Management)/pengelolaan sumber daya pesisir terpadu di Indramayu?
Jawaban : 

Wilayah pesisir Indramayu Jawa Barat dengan panjang garis pantai lebih
kurang 114 km merupakan salah satu daerah pantai utara Jawa Barat yang
sangat strategis dan berkembang dalam aktivitasnya sebagai daerah
penyangga kawasan industri yang mempunyai sumberdaya alam dan jalur
infrastruktur transportasi   utama Cirebon ke Jakarta. Wilayah ini sebagai
kawasan pantai dengan panorama indah dan menarik serta sumber biota laut
yang melimpah mempunyai kegiatan  ekonomi yang cukup tinggi.  Dinas
Kelautan dan Perikanan Kabupaten Indramayu saat ini sedang berupaya untuk
meningkatkan produksi di bidang perikanan tangkap,perikanan budidaya. 

Beberapa program dinas perikanan dan kelautan kabupaten indramayu:
Menjadikan/meningkatkan tingkat produksi untuk peningkatan pendapatan
sampai optimal: motivasi untuk pemecahan masalah peningkatan produksi
perikanan untuk meningkatkan income per-kapita masyarakat luas 30

Penataan pesisir dan pulau-pulau kecil: (1) pesisisr mempunyai  nilai estetis
yang berpotensi untuk wisata bahari dan wisata lainnya. (2) pulau kecil
mempunyai fungsi ekonomi, perlindungan dan pendidikan.

2.  Apa yang Bapak/Ibu ketahui tentang SOC (State of Coast) di Indramayu?
Sejak kapan dinas kelautan perikanan ini berdiri/beroperasi? Punya berapa
divisi/sub bidang?

Jawaban : 
Dinas Perikanan dan Kelautan berdiri sejak tahun 1973, mempunyai tiga sub
bagian yaitu bagian bidang kelautan, bidang perikanan, bidang sarana dan
prasarana. 

3.  Berapa luasan panjang garis pantai di Indramayu? Luasan daratan Indramayu?
Jumlah pulau? Dan luasan kawasan mangrove? Luasan kawasan padang
lamun? Luasan kawasan terumbu karang? Luasan pantai? Luasan kawasan
rehabilitasi/reklamasi? Luasan kawasan estuarine/mudflat/muara? Luasan
kawasan hijau perkotaan? 

Jawaban : 
  Luas total Wilayah        : 204.011Ha/2000,29 km2
 
  Luas panjang garis pantai Indramayu    : 114,1 km2

  Luas daratan Indramayu                   : 68.703 km2

  Jumlah pulau          : 3 (Cendikia, Gosong,
dan Biawak)
  Luas potensi perikanan laut       : 525 Ha di Pulau Gosong
dan 1.500 Ha di Pulau Biawak.
  Luas kawasan Mangrove                            : 17.654,4 ha
  Luas kawasan padang lamun      : -
  Luas kawasan terumbu karang      : 500 ha
  luas kawasan rehabilitasi/reklamasi    : -  
  luas kawasan estuarine/midflat/muara    : -
  luasan kawasan hijau perkotaan                         : -

4.  Frekuensi inspeksi untuk mengawasi ke lapangan, berapa kali dalam
sebulan/setahun? Pengawasan pada kawasan mangrove, kawasan padang
lamun, kawasan terumbu karang, kawasan pesisir yang terkena dampak
(abrasi/erosi, tercemar, illegal fishing)?

Jawaban : 
Dalam pengawasan kawasan tersebut masih kurang efektif tetapi setiap 3
bulan sekali kita adakan pengawasan di daerah pesisir indramayu dan pulau
biawak.

5.  Apakah ada peraturan untuk musim penangkapan sumberdaya ikan dan non
ikan di perairan Indramayu? Apa ada denda bagi yang melanggar? Apakah
terjadi illegal fishing? Apakah ada rencana pengelolaan habitat dan
pelaksanaannya?

Jawaban :
Tidak ada, penangkapan dapat dilakukan setiap saat menurut situasi dan
kondisi perairan indramayu. Tidak ada. Ilegal fishing : penangkapan yang
dilakukan oleh asing/dari negara luar. Terdapat beberapa program konservasi
seperti rehabilitasi kawasan hutan mangrove dan pengembangan hutan
mangrove dan hutan pantai. Pelaksanaan program melibatkan element
masyarakat (POKJA,dll). Dalam hal SDA ikan dilakukan program-program
budidaya untuk menjaga kelestarian biota ikan tersebut. 

6.  Apa yang diharapkan dari keberadaan fieldtrip mahasiswa UNPAD di
Indramayu? Apakah sudah ada nota kesepahaman dengan FPIK UNPAD 32

untuk kerjasama program dengan Pemda Indramayu, khususnya dengan DKP
Indramayu? Apakah ke depan MoU ini dapat dilakukan?

Jawaban : 
Harapan kami sebagai warga Indramayu kepada mahasiswa FPIK UNPAD,
kami berharap para mahasiwa dapat melihat kondisi pesisir Indramayu seperti
apa, dan berharap agar mahasiswa FPIK UNPAD dapat mengembangkan
wilayah ini dengan ilmu yang telah didapat. Untuk kerjasama sendiri, kami
dari DKP sangat welcome kepada siapapun yang ingin megajak kerjasama,
toh ini semua demi kelancaran antara kedua pihak. Anda sebagai mahasiswa
dapat memanfaatkan wilayah ini dengan baik dan kami juga tentunya
mendapat hal yang positif dari kerjasama yang kita jalin. Untuk kapan
pastinya MoU ini dilaksanakan, kami (orang DKP) sedang membicarakan ini
semua dengan pihak dosen yang terkait. Semoga saja tahun depan dapat
terlaksana.

7.  Mana yang lebih penting, kelestarian hasil laut, peningkatan kehidupan
masyarakat sekitar, peningkatan  pendapatan daerah,pembangunan, atau
promosi wisata Indramayu? Apakah ada data tentang pengelolaan pencemaran
dan penerapannya, adakah alokasi dana untuk pengelolaan pencemaran dan
limbah Indramayu ini?

Jawaban : 
Setelah mengkaji jawaban dari salah seorang pegawai di Dinas Kelautan
Perikanan kabupaten Indramayu untuk pertanyaan pertama saya fikir
peningkatan kehidupan masyarakat yang di nomer satukan itu karena potensi-
potensi usaha dikelola oleh warga Indramayu sendiri sebab untuk daerah
pesisir di Kabupaten Indramayu tersebut belum ada pengusaha yang
mengelola pariwisata di semua pesisir pantai Indramayu. Hasilnya pendapatan
masyarakat kabupaten Indramayu mengalami peningkatan sekitar 17% dari
peningkatan produksi setiap tahunnya sebesar 15%. Untuk pertanyaan nomer  
2, setelah meninjau jawaban dari salah seorang pegawai Dinas Kelautan dan
Perikanan Indramayu data pengelolaan pencemaran limabah hanya terdapat
data tentang pengelolaan limbah minyak yang terbuang di kawasan laut
Indramayu. Untuk pelaksanaanya Dinas ini melaksanakan penetralan minyak
selama 3 bulan.

8.  Siapa yang terlibat dalam penentuan rencana strategis pengelolaan pesisir
terpadu di Indramayu, dan bagaimana cara koordinasinya? Apakah
ketersediaan rencana tanggap darurat bencana alam, dan apakah  ada alokasi
dana untuk penanganan bencana alam?

Jawaban : 
Dalam perencanaan pengelolaan pesisir terpadu di kabupaten indramayu
peran serta dinas-dinas terkait sangat, contohnya DISKANLA, Dinas
Pekerjaan Umum, DPLH, BAPPEDA dan unsure lainnya dalam pemerintahan
daerah yang mendukung rencana strategis tersebut. Dalam koordinasinya
dinas – dinas terkait sejalan dengan aturan pemerintah daerah yang tersusun
dalam PERDA agar tidak terjadinya tumpang tindih antar kebijakan. Ada,
untuk tanggap darurat bencana alam tersendiri ada bagiannya setiap
kecamatan telah dibentuk tim Satlak tanggap bencana alam namun untuk
fasilitas perlu ditingkatkan kembali, mengenai alokasi dana pemerintah
kabupaten indramayu telah mencanangkan dana tersebut.

9.  Apa peran pemerintah pusat,  pemerintah daerah dalam meningkatkan
kelestarian sumber daya alam di Indramayu dengan membuat program SOC
(State of Coast)/penyusunsan status pesisir? Dan pegawai di Indramayu
diikutkan dalam training program ICM (Integrated Coastal Management)?
Apakah ada anggaran daerah untuk ICM?

Jawaban : 
Peran pemerintah pusat dan pemda:
-  Mengadakan sosialisasi kepada masyarakat pesisir
-  Pengadaan patroli disetiap pulau, bekerjasama  dengan masyarakat yang
disebut tim penwas
-  Memfasilitasi alat tangkap ramah lingkungan  kepada para nelayan
-  Melakukan rehabilitasi mangrove dan penyebaran benih ikan dan udang-
udangan  sesuai dengan jangka skala yang sudah dijadwalkan
Mengenai ICM Masih dalam tahap perencanaan sehingga mengenai anggaran
terhadap pegawai belum diketahui.

10. Bagaimana cara berkomunikasi dengan nelayan, pengusaha yang bergerak di
pesisir dan mensosialisasikan suatu program atau informasi? Apakah ada
struktur organisasi Pemda dalam koordinasi di pesisir?

Jawaban : 
Dalam hal berkomunikasi dengan nelayan, hal yang biasa DKP Indramayu
lakukan adalah dengan mengundang mereka untuk mengikuti sosialisasi suatu
program atau penyuluhan. Atau terkadang para pejabat DKP Indramayu turun
ke lapangan untuk mengecek situasi dan kondisi yang ada dilapangan.
Sementara untuk koordinasi dengan PEMDA, DKP Indramayu hanya sebatas
berkoordinasi dalam hal program kerja atau hal lainnya, namun tidak
termasuk ke dalam struktur organisasi DKP Indramayu. 

Bersambung ke Pengolahan Sumber Daya Pesisir dan Laut Bagian Lima

0 comments:

Poskan Komentar